x

Menggantang Asa : Media Massa Dalam Wacana Keadilan Pangan Di Indonesia

Setidaknya, ada tiga hal saat ini menjadi ancaman terkait isu pangan. Laju pertumbuhan penduduk tinggi, yang mengakibatkan permintaan pangan meningkat. Pemanasan global berdampak pada perubahan iklim, berpotensi anomali iklim dan mengancam ketidakpastian produksi hingga gagal panen. Serta adanya persaingan pangan untuk komsumsi dan bioenergi, yang menambah parah kelangkaan pangan.

Di sisi lain, kesadaran masyarakat tentang pentingnya isu pangan masih rendah. Publik masih sebatas merespon soal ketersediaan pangan dan harga. Sementara masalah produksi, ketersediaan lahan, perlindungan pangan lokal, tingkat gizi dan nutrisi, diversifikasi pangan, maupun mengenai kondisi produsen pangan, belum banyak diketahui masyarakat luas.

Selain itu, banyak potensi pangan yang dimiliki negara, tidak didukung karena kebijakan yang dipilih masih cenderung pada impor pangan. Padahal Indonesia memiliki beraneka ragam jenis pangan yang masih dapat dimanfaatkan dengan lebih baik lagi, seperti pembuatan tepung dari bahan umbi, diversifikasi bahan makanan pokok selain beras dapat digantikan dengan jagung atau sagu, serta masih banyak lagi pangan lokal yang belum dimanfaatkan dengan baik.

Ancaman serius yang dihadapi negara bukan tanpa peluang. Potensi sumber daya alam, dengan kekayaan keanekaragaman hayati, tanah yang subur, air melimpah, MENGGANTANG ASA 4 dan sumber daya manusia besar, seharusnya bukan dihadapi dengan memperbesar impor bahan makanan. Kebijakan yang berorientasi kerakyatan, mendorong produksi, melindungi pangan lokal, memperkecil ketergantungan produk impor seharusnya menjadi keniscayaan.

Di sini media massa memainkan peran penting untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat maupun menjadi penghubung dengan pemerintah. Keberadaannya diperlukan untuk memberikan pemahaman, terkait ancaman yang dihadapi, peluang yang terbuka lebar, potensi yang dimiliki hingga jalan keluar bagi yang tengah dilanda kebingungan menghadapi problem-problem baru seperti di atas. Media tidak hanya memberikan penyadaran, pendidikan, namun juga menjadi pembuka ruang interaksi antar sesama yang lebih luas, hingga kontrol sosial bagi masyarakat dan pemerintah.

Hal ini lah yang melatar belakangi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan OXFAM mengadakan “Penghargaan untuk Liputan Media Terbaik tentang Isu Keadilan Pangan”. Penghargaan ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi kepada jurnalis yang telah peduli dan membuat liputan isu Keadilan Pangan. Di tengah-tengah industri media massa yang berlomba menyajikan liputan yang hanya mengejar rating, sebagian jurnalis meliput tema berbeda, hingga isu keadilan pangan mendapatkan tempat.

 

Buku
menggantangasa.pdfDownloaded 11816 times
Share