x

Menimbang Antara Kemandirian dan Keadilan Pangan

Peliputan media terkait isu keadilan pangan di Indonesia saat ini sangat kurang. Selain perhatian pengelola media terkait isu ini minim, kapasitas jurnalis untuk meliput juga kurang. Akibatnya, pembaca tidak mendapat informasi yang cukup komprehensif terkait persoalan pangan di Indonesia.

Salah satu upaya mendorong agar isu ini terus mendapat perhatian media adalah dengan mengadakan Penghargaan untuk Liputan Media Terbaik tentang Isu Keadilan Pangan. Ini adalah tahun kedua yang diselenggarakan AJI bersama Oxfam Indonesia. Kami gembira dan menyambut baik kerjasama dengan Oxfam Indonesia karena ini menunjukkan perhatian besar pada peningkatan mutu jurnalistik Indonesia dan mengapresiasi pada karya - karya yang ada.

Wajah jurnalisme Indonesia saat ini sedang mengalami transisi, terutama pergeseran platform dengan merebaknya media baru berbasis digital. Ini menjadi tantangan tersendiri, di saat era media cetak dan elektronik, keterbatasan halaman dan durasi waktu, seringkali dijadikan alasan sulitnya tayang karya jurnalistik yang mendalam. Namun di media baru, meskipun jumlah laman tidak terbatas, kecepatan menjadi tolok ukur, sehingga karya-karya jurnalistik mendalam menjadi prioritas ke sekian. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan jurnalis untuk membawa isu-isu penting seperti keadilan pangan ini, ke dalam rapat-rapat sidang redaksi.

Dari semua karya yang masuk pada tahun ini, secara kuantitatif relatif sama. Ada kenaikan jumlah karya di tulisan, khususnya dari media-media online. Persebaran mulai merata, meski sebagian besar dari karya-karya dari Jawa, mulai bermunculan penyumbang karya dari Sumatera dan Sulawesi. Topik yang diangkat, lebih bervariasi daripada tahun lalu, isu keadilan pangan pada liputan-liputan yang masuk, tidak melulu soal sawah dan beras, tetapi sudah mengangkat hal-hal lain seperti keamanan pangan, pangan alternatif dan lain lain.

Namun harus diakui bahwa pemahaman para jurnalis Indonesia tentang keadilan pangan masih sangat lemah. Ini terlihat dari karya yang masuk belum menukik mendalam ke persoalan-persoalan bagaimana hak petani untuk mengembangkan varietas bibit, hak konsumen untuk mengetahui sumbernya pangan, rantai perdagangan yang adil sampai bagaimana keanekaragaman pangan terjaga. Isu keadilan pangan memang masih jauh dari perhatian petinggi media massa di Indonesia. Sementara itu keadilan pangan ini adalah isu strategis bangsa ini jika dikaitkan dengan bonus demografi yang akan didapat pada tahun 2035 nanti. Ledakan jumlah penduduk produktif pada masa itu, akan sia-sia jika persoalan pangan generasi muda saat ini tidak diperhatikan. Bisa jadi bangsa ini hanya mendapatkan jumlah angkatan kerja yang besar, tapi kurang produktif karena gizi yang tidak cukup.

 

Buku
pangan2016.pdfDownloaded 2103 times
Share